Apakah Kamu Harus Menjaga Keperawananmu Sampai Pernikahan?

0

Perawan atau tidaknya seorang perempuan, bukan ditandai dari keluarnya darah saat malam pertama. Keperawanan adalah soal harga diri seorang perempuan, dan ini gak bisa ditawar-tawar. Keperawanan melambangkan sucinya seorang perempuan dan keberhasilannya dalam menjaga diri sendiri dari berbagai pengaruh dari luar.

Namun sayang, di zaman modern ini, keperawanan seolah-olah sudah tidak ada harganya. Keperawanan cuma dianggap sebagai 'bonus' untuk seorang laki-laki. Selebihnya, jika sudah tidak perawan saat menikah itu gak masalah. Namun jangan sampai terhasut akan masalah ini ya girls. Semaju apapun zaman, ini alasannya kenapa kamu harus tetap menjaga keperawananmu.

1. Muncul perasaan bangga terhadap diri sendiri ketika kamu berhasil menjaga keperawananmu sampai tiba laki-laki yang tepat datang melamarmu.

Mungkin pengaruh lingkungan pergaulan dan ajakan dari sang pacar seringkali membuat kamu sedikit 'goyah'. Tapi ketika kamu berhasil mempertahankannya, maka kamu termasuk satu dari sekian perempuan yang patut untuk berucap bangga.

2. Menjaga keperawanan sampai waktu yang seharusnya membuktikan bahwa kamu adalah perempuan tangguh yang tahan godaan.

Perempuan yang tangguh dan hebat bukan diukur dari berapa banyak pacar yang dimilikinya ataupun seberapa bagus pekerjaanya. Namun perempuan yang tangguh itu dinilai dari seberapa kuat dia untuk menghindari ataupun termakan rayuan untuk melakukan sesuatu yang tidak halal.

3. Membuktikan bahwa kamu adalah perempuan bermartabat dan beragama. Percayalah, hadiah terindah akan kamu dapatkan setelah berhasil lolos dari godaan ini.

Ketika kamu berhasil menjaga keperawanan, berarti kamu juga telah berhasil menjalankan perintah agamamu. Percayalah, laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik. Jadi ketika kamu berhasil menjadi perempuan baik itu, bukan gak mungkin sosok laki-laki sempurna akan menghiasi kehidupan pernikahanmu kelak.

4. Seks seharusnya menjadi sesuatu yang sakral, suci dan indah setelah menikah, tapi pandangan itu akan berubah 180 derajat saat kamu melakukannya sebelum waktunya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa berhubungan seks dengan orang yang dicintai adalah hal terindah sepanjang hidup. Tapi girls, saat kamu melakukannya dengan orang yang salah di waktu yang gak tepat, seks yang harusnya sakral dan suci akan menjadi petaka buat diri kamu sendiri dan kehidupanmu selanjutnya.

5. Sekali saja kamu terjebak menyerahkan keperawananmu pada seseorang, kamu akan terus dan terus ketagihan untuk ingin mencobanya lagi.

Bisa dibilang kalau seks itu adalah sesuatu yang bikin nagih. Tapi apa jadinya kalau seks dilakukan sebelum menikah? Orientasi pacaranmu bukan lagi untuk saling menjaga satu sama lain, melainkan hanya untuk berhubungan seks. Kamu dan pasangan akan terus merencanakan kapan dan di mana seks selanjutnya akan dilakukan sampai si dia merasa bosan. Dan ketika dia bosan, siapa yang akan dirugikan?

Baca Juga: 10 Mitos VS Fakta Tentang Malam Pertama Seorang Cewek

6. Tapi dibalik semua itu, akan muncul perasaan bersalah yang menghantuimu seumur hidup.

Dibalik nikmatnya hubungan seks tersebut, akan muncul perasaan merasa bersalah dari dalam dirimu. Kamu akan merasa bersalah pada diri sendiri, membohongi keluarga, mengkhianati agama dan lain sebagainya. Percayalah, perasaan ini akan menghantuimu dalam jangka waktu lama, bahkan setelah kamu menikah kelak.

7. Tak hanya merasa bersalah, beban psikologismu akan bertambah jauh lebih berat saat kamu coba-coba melakukan seks pra nikah.

Penelitian membuktikan bahwa perempuan yang gak lagi perawan punya beban psikologis yang jauh lebih berat ketimbang laki-laki yang juga pernah melakukan seks sebelum menikah. Perempuan cenderung merasa takut ditinggal oleh laki-laki yang telah merenggut keperawanannya. Perempuan juga sering merasa takut gak bisa mendapatkan cinta laki-laki lagi setelah ditinggalkan oleh lelaki yang pernah merenggut kesuciannya.

8. Menjaga keperawanan juga berarti menjaga nama baik keluarga. Ini bukti bahwa kamu berhasil menjadi anak yang berbakti pada orang tua.

Ketika kamu berhasil tahan godaan untuk gak melakukan seks, kamu juga berarti sedang mengangkat dan menjaga nama baik keluarga. Gak akan muncul perasaan merasa bersalah pada ayah atau ibumu yang telah membesarkanmu selama ini. Coba tatap mata keduanya, kamu akan sangat bangga karena telah membuat mereka menjadi orang tua yang berhasil.

9. Gak akan muncul perasaan takut hamil atau takut tertular penyakit menular seksual karena kamu gak melakukannya sebelum menikah.

Banyak perempuan di luar sana yang hidupnya gak tenang, lantaran takut hamil. Hal yang dilakukan mereka adalah bolak-balik mengecek siklus menstruasi gara-gara habis melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Kamu gak mau kan jadi salah satu seperti mereka?

10. Kamu akan mendapatkan pengalaman seks yang mendebarkan saat menikah nanti. Percayalah, ini gak akan pernah terlupakan.

Perasaan senang, takjub, dan juga deg-degan akan kamu rasakan saat pertamakali bersentuhan dengan laki-laki yang sudah halal denganmu. Dan ini benar-benar nikmat!

11. Dan tentunya kamu juga akan bahagia lantaran pernikahanmu kelak dilakukan berdasarkan perasaan cinta yang tulus, bukan dorongan seks belaka.

Hidupmu akan tenang, pernikahanmu akan bahagia. Hal itu karena cintamu dan cintanya benar-benar tulus, bukan karena seks belaka. Bersyukurlah, karena ini adalah sebuah karunia terindah yang akan kamu rasakan nikmatnya sampai tua nanti.

Baca Juga: Kenapa Kamu Gak Perlu Memaksakan Diri untuk Bercinta di Malam Pertama?

Source & Copyright: IDNTimes
Visit for more stories

No comments